| dc.description.abstract |
Penelitian ini membahas religious experience dalam Galatia 5:16-26. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis ekspresi religious experience dalam Galatia 5:16-26 dan implikasinya pada pemahaman perikop tersebut. Penelitian ini menggunakan metode historis-gramatikal dengan perspektif religious experience. Dalam penelitian ini religious experience dipahami sebagai pengalaman akan Roh Kudus (Pneumatic experience). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perikop Galatia 5:16-26 memperlihatkan ekspresi religious experience melalui pertama, perintah berjalanlah oleh Roh (ayat 16), suatu ekspresi relasional yang bersifat dinamis dan terus-menerus antara orang percaya dan Roh Kudus. Kedua, ekspresi konfliktual (ayat 17-18), yaitu pergumulan antara keinginan daging dan kehendak Roh. Ketiga, ekspresi etis (ayat 19-21), di mana perbuatan dagin menunjukkan kegagalan tanpa Roh sedangkan buah Roh (ayat 22-23) manifestasi nyata dari religious experience yang menghasilkan karakter Kristus. Keempat, ekspresi transformasional (ayat 24) berbicara mengenai penyaliban daging yang merupakan komitmen praktis orang percaya. Kelima, menuruti pimpinan Roh dan ekspresi komunitarian. (ayat 25-26) memperlihatkan dampak sosial dari religious experience, yaitu sikap rendah hati, dan relasi yang saling menghargai dalam komunitas. Jadi, religious experience dalam Galatia 5:16-26 adalah Pengalaman hidup bersama Roh Kudus yang bersifat relasional, dinamis, dan transformatif, terlihat dalam pergumulan batin melawan daging, menghasilkan karakter Kristus dan kehidupan sosial yang membangun komunitas orang percaya. |
en_US |