<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Buku</title>
<link href="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/7" rel="alternate"/>
<subtitle>Buku karya civitas academica STT Amanat Agung (Books by STTAA community)</subtitle>
<id>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/7</id>
<updated>2026-04-13T17:00:01Z</updated>
<dc:date>2026-04-13T17:00:01Z</dc:date>
<entry>
<title>Kemanusiaan Masa Depan (The Future Humanity)</title>
<link href="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/744" rel="alternate"/>
<author>
<name/>
</author>
<id>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/744</id>
<updated>2025-11-17T03:41:50Z</updated>
<published>2022-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Kemanusiaan Masa Depan (The Future Humanity)
Hendro Lim
“The future is already here,” demikian perkataan dari penulis Amerika, William Gibson. Tidak hanya sekadar alat yang memberikan kemudahan bagi manusia, teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keberadaan manusia, bahkan kehadiran Artificial Intelligence, Virtual Reality, dan Metaverse telah meredefinisi makna keberadaan manusia, relasi dengan Allah maupun sesamanya. Sejalan dengan kemajuan teknologi tersebut, keinginan manusia untuk “menjadi seperti Allah” semakin memuncak. Manusia merasa berhak menentukan desain kehidupan seksualitasnya sendiri, menutup diri terhadap yang berbeda, dan melakukan eksploitasi alam secara destruktif. Secara filosofis, manusia berbicara tentang posthumanisme, tetapi secara realitas orang-orang yang lain berbicara tentang useless generation. Di tengah kompleksitas hidup manusia ini, “Apa suara iman Kristen bagi kemanusiaan masa depan?”
</summary>
<dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Menyemai Benih Menuai Pekerja: 25 Tahun Sejarah STT Amanat Agung, Berkarya bagi Gereja Berkiprah bagi Bangsa</title>
<link href="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/742" rel="alternate"/>
<author>
<name>Casthelia Kartika</name>
</author>
<author>
<name>Hendro Lim</name>
</author>
<id>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/742</id>
<updated>2025-11-17T02:48:20Z</updated>
<published>2022-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Menyemai Benih Menuai Pekerja: 25 Tahun Sejarah STT Amanat Agung, Berkarya bagi Gereja Berkiprah bagi Bangsa
Casthelia Kartika; Hendro Lim
Buku ini merupakan buku pertama yang dituliskan secara cukup komprehensif mengenai sejarah perjalanan STT Amanat Agung, Jakarta, berdasarkan arsip-arsip yang tersedia dan wawancara langsung dengan para pelaku sejarah.&#13;
Buku ini mengungkapkan kisah-kisah di balik karya dan kiprah STT Amanat Agung dalam tiga bagian besar. Bagian pertama buku ini membahas periode tahun-tahun perintisan sampai dengan tahun 2007 ketika STT Amanat Agung bergumul dengan hidup mati di kampus lama.&#13;
Bagian kedua, berfokus pada periode tahun 2007 sampai dengan awal tahun 2018, menjabarkan bagaimana STT Amanat Agung mulai mantap menjejakkan kaki dan mulai mengembangkan sayap, baik dalam hal tata kelola institusi, peningkatan kualitas akademik, maupun pembinaan mahasiswa.&#13;
Bagian terakhir, berfokus pada periode awal tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 ketika STT Amanat Agung memasuki tahap konsolidasi lebih lanjut dengan memantapkan berbagai pencapaian sebelumnya. Pada periode inilah STT Amanat Agung semakin dikenal oleh gereja dan masyarakat, dukungan juga semakin meningkat, dan semakin menjadi pilihan calon mahasiswa. Kualitas penyelenggaraan pendidikan di STT Amanat Agung juga diakui oleh Badan Akreditasi Nasional–Pendidikan Tinggi (BAN-PT) yang memberikan Peringkat Akreditasi Institusi “Baik Sekali”.
</summary>
<dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Baca Gali Alkitab: Peleburan Pneumatik (Pidato Pengukuhan Guru Besar)</title>
<link href="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/720" rel="alternate"/>
<author>
<name>Armand Barus</name>
</author>
<id>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/720</id>
<updated>2025-05-06T03:56:26Z</updated>
<published>2025-03-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Baca Gali Alkitab: Peleburan Pneumatik (Pidato Pengukuhan Guru Besar)
Armand Barus
Buku ini merupakan karya Pdt. Prof. Ir. Armand Barus, Ph.D., yang disadur dari pidato pengukuhan beliau sebagai Guru Besar pada Desember 2024 lalu. Karya ini memaparkan penggunaan konsep kesaksian internal Roh Kudus dari John Calvin dan peleburan cakrawala-cakrawala dari Hans-Georg Gadamer untuk menjelaskan proses membaca Alkitab.
</summary>
<dc:date>2025-03-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Drama Musikal TEARS of BETHLEHEM</title>
<link href="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/710" rel="alternate"/>
<author>
<name>Astri Sinaga</name>
</author>
<id>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/710</id>
<updated>2025-01-09T04:30:07Z</updated>
<published>2024-11-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Drama Musikal TEARS of BETHLEHEM
Astri Sinaga
Kisah ini adalah tentang seorang perempuan bernama Lea yang tinggal di Betlehem dengan anaknya yang masih berumur 1 tahun. Lea memiliki seorang sepupu bernama Debora yang juga punya seorang anak laki-laki dengan umur yang sama. Keduanya tinggal di betlehem, kota kecil yang masyarakatnya apatis dan tidak punya semangat. Kondisi ini terlihat di lingkungan dimana Lea tinggal. Mereka merasa kota itu terlalu terbelakang dan tidak memberikan harapan apa-apa untuk masa depan mereka. Debora juga merasa bahwa kota itu bukan tempat yang baik untuk membesarkan anak-anak. Tapi Lea punya pikiran yang berbeda. Dia adalah orang yang menantikan Mesias, dan dia yakin sekali bahwa bayi yang diceritakan para gembala itu adalah mesias yang dinantikan. Lea juga semakin yakin bahwa itu adalah mesias ketika dia melihat datangnya sekelompok orang-orang pintar dari timur yang datang menyembah bayi itu. Lea berusaha meyakinkan Debora, dan orang-orang di sekitarnya untuk memiliki harapan karena mesias itu sudah lahir. Tapi Debora tidak bisa melihat masa depannya dengan anaknya akan berdampak karena hadirnya mesias. Ditambah lagi adanya desas desus bahwa Herodes sangat marah dengan tersebarnya berita bahwa mesias orang yahudi telah lahir. Berita bahwa herodes akan membunuh anak-anak bayi di betlehem membuat mereka ketakutan bahkan mengganggap kehadiran bayi Yesus di B etlehem itu justru membawa mala petaka. Tapi Lea tetap percaya bahwa hidup mereka akan segera berubah dengan adanya Mesias. Dengan adanya mesias yang baru lahir, Lea berharap anaknya yang masih kecil itu juga akan mendapatkan keselamatan yang sejati. Tapii sayangnya ketika tentara herodes datang untuk mencari bayi, justru bayi lea ditarik dan dibawa oleh tentara Herodes, dan Debora justru berhasil sembunyi dan menyelamatkan bayinya. Lea menangisi bayi nya, tapi Lea menyatakan iman percayanya, bahwa kedatangan Mesias akan mengubah tangisnya menjadi sukacita. Lea memiliki keyakinan akan mesias, yang sanggup membasuh air matanya.
</summary>
<dc:date>2024-11-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
