<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Tesis</title>
<link href="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/4" rel="alternate"/>
<subtitle>Tesis Mahasiswa STT Amanat Agung (Graduate theses by STTAA students)</subtitle>
<id>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/4</id>
<updated>2026-09-19T14:54:15Z</updated>
<dc:date>2026-09-19T14:54:15Z</dc:date>
<entry>
<title>Khotbah Kisah Para Rasul 17 dalam Perspektif Retorika Yunani-Romawi</title>
<link href="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/790" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nanda Fitriani</name>
</author>
<id>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/790</id>
<updated>2026-09-17T06:31:28Z</updated>
<published>2026-05-22T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Khotbah Kisah Para Rasul 17 dalam Perspektif Retorika Yunani-Romawi
Nanda Fitriani
Penelitian ini membahas adaptasi retorika Paulus di Areopagus sebagaimana&#13;
dicatat di dalam Kisah Para Rasul 17. Fokus penelitian ini mengarah pada&#13;
analisis unsur-unsur retorika Paulus dengan menggunakan kerangka retorika&#13;
yang diusulkan Duane Litfin, yakni tradisi retorika, tujuan retorika, kekuatan&#13;
retorika, jangkauan retorika, adaptasi retorika, penilaian retorika, hambatan&#13;
retorika, imbalan retorika, dan persamaan agung retorika. Penelitian ini&#13;
dilatarbelakangi oleh pandangan Litfin yang menekankan bahwa Paulus&#13;
menolak retorika sebagai sumber otoritas Injil. Metode yang digunakan di&#13;
dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan eksegesis&#13;
dan analisis teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paulus secara nyata&#13;
melakukan adaptasi retorika melalui penggunaan referensi budaya Yunani,&#13;
pola argumentasi publik, dan menggunakan titik temu kontekstual dengan&#13;
masyarakat Atena. Namun, retorika tersebut tidak menjadi dasar legitimasi&#13;
Injil, melainkan hanya sebagai sarana komunikasi. Dengan demikian,&#13;
penelitian ini menegaskan bahwa Paulus menggunakan retorika secara&#13;
fungsional dan kontekstual tanpa menjadikannya sebagai dasar otoritas Injil.&#13;
Dengan demikian, Areopagus memperlihatkan model komunikasi Injil yang&#13;
kontekstual tanpa kompromi teologis.
</summary>
<dc:date>2026-05-22T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Desain Program Tamat Baca Alkitab bagi Mahasiswa Teologi di Sekolah Tinggi Teologi Gereja Methodist Indonesia Bandar Baru</title>
<link href="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/789" rel="alternate"/>
<author>
<name>Lolo Karina Tumanggor</name>
</author>
<id>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/789</id>
<updated>2026-08-31T07:58:52Z</updated>
<published>2026-05-26T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Desain Program Tamat Baca Alkitab bagi Mahasiswa Teologi di Sekolah Tinggi Teologi Gereja Methodist Indonesia Bandar Baru
Lolo Karina Tumanggor
Proyek Akhir ini merancang program tamat baca Alkitab bagi mahasiswa teologi di STT GMI Bandar Baru sebagai upaya meningkatkan spiritualitas mahasiswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa pembacaan Alkitab secara menyeluruh belum sepenuhnya menjadi kebiasaan rohani yang konsisten, meskipun Alkitab merupakan dasar penting bagi pembentukan iman, karakter, dan pelayanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka, wawancara, observasi, analisis konteks, dan perancangan program. Data dikumpulkan dari mahasiswa teologi di STT GMI Bandar Baru untuk memahami kebiasaan membaca Alkitab, motivasi, hambatan, dan kondisi mereka dalam kehidupan akademik dan berasrama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menghadapi hambatan berupa ketidakkonsistenan disiplin membaca, distraksi teknologi, kelelahan akademik, kesulitan memahami teks, kelemahan berefleksi, serta komunitas yang tidak selalu mendukung pertumbuhan rohani melalui pembacaan Alkitab. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengembangkan program Satu Tahun Bersama Firman yang memperhatikan tiga aspek utama: kedisiplinan dalam membaca Alkitab, keterlibatan daya refleksi dalam pembacaan Alkitab, dan keterlibatan komunitas melalui kelompok kecil dan mentor untuk membangun akuntabilitas.
</summary>
<dc:date>2026-05-26T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Desain Kurikulum Pembinaan Spiritualitas bagi Pelayan Remaja (i-Ministry) SMP Kristen IPEKA Palembang</title>
<link href="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/788" rel="alternate"/>
<author>
<name>Kurjini Gayami	Simatupang</name>
</author>
<id>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/788</id>
<updated>2026-08-31T07:48:19Z</updated>
<published>2026-05-26T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Desain Kurikulum Pembinaan Spiritualitas bagi Pelayan Remaja (i-Ministry) SMP Kristen IPEKA Palembang
Kurjini Gayami	Simatupang
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengeksplorasi aspekaspek spiritualitas pada pelayan remaja i-Ministry SMP Kristen IPEKA Palembang guna mengatasi kesenjangan antara performa teknis dan kedalaman spiritualitas pelayan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap lima partisipan dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman teologis dan realitas batiniah pada 15 aspek spiritualitas pelayan remaja. Kesenjangan paling krusial ditemukan pada lima aspek, yaitu pelayanan sebagai respons terhadap anugerah, pelayanan yang digerakkan oleh sumber daya Ilahi, pelayanan sebagai saluran kasih bagi sesama, pelayanan yang bergantung pada Allah melalui disiplin rohani, serta motivasi penatalayanan yang unggul. Kesenjangan ini mengindikasikan bahwa pemahaman teologis pelayan remaja masih bersifat kognitif dan belum menjadi realitas batin yang menetap. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menghasilkan desain kurikulum pembinaan i-Ministry yang menerapkan Pilar Spiritualitas Integratif berbasis kerangka pemikiran Alister E. McGrath. Desain ini menggunakan strategi relasional Pacing then Leading yang diorganisasikan dalam siklus makro, meso, dan mikro untuk memastikan terjadinya transformasi spiritualitas yang konsisten baik dalam pelayanan maupun kehidupan sehari-hari.
</summary>
<dc:date>2026-05-26T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Evaluasi dan Pengembangan Pelaksanaan Persekutuan Pemuda GKWI Citra Raya</title>
<link href="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/787" rel="alternate"/>
<author>
<name>Darwin Sinaga</name>
</author>
<id>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/787</id>
<updated>2026-08-31T07:39:52Z</updated>
<published>2026-05-26T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Evaluasi dan Pengembangan Pelaksanaan Persekutuan Pemuda GKWI Citra Raya
Darwin Sinaga
Penelitian ini membahas evaluasi terhadap Persekutuan Pemuda GKWI Citra Raya yang menghadapi tantangan berupa kurangnya kepedulian antaranggota. Adanya beberapa circle yang tidak mau berbaur, serta belum terciptanya suasana persekutuan yang hangat seperti keluarga. Hasil survei menunjukkan bahwa persekutuan pemuda telah memiliki pondasi yang cukup baik dalam dimensi pertumbuhan iman dan pendampingan namun masih membutuhkan perkembangan yaitu dalam dimensi kehangatan dan keterbukaan. Untuk mencapai hubungan persekutuan yang benar benar hangat, aman, dan terbuka terhadap sesama anggota persekutuan. Selain dipengaruhi oleh adanya kelompok yang tidak ingin berbaur dengan semua anggota persekutuan, dimensi keterbukaan juga terhambat karena adanya kekhawatiran oleh anggota persekutuan. Khawatir dalam hal ini adalah rasa takut akan dihakimi. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, penulis merancang beberapa pengembangan pelayanan, yaitu model ibadah sebagai “ruang keluarga”, sesi sharing dan ruang diskusi, pelatihan pelayanan untuk meningkatkan partisipasi anggota persekutuan. Rancangan ini diharapkan dapat membantu Persekutuan Pemuda GKWI Citra Raya bertumbuh menjadi persekutuan yang lebih terbuka, saling peduli, dan mencerminkan nilai persekutuan Kristen sebagai satu tubuh Kristus dan keluarga Allah.
</summary>
<dc:date>2026-05-26T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
